MENSYUKURI “NIKMAT” INDONESIA


Abdul Halim Fathani

INDONESIA, sudah bukan lagi muda usianya. Tepat 17 Agustus 2017 nanti, Negara kita telah berusia 72 tahun. Usia yang lebih dari cukup. Di usia ke-72 tahun ini, tiada lain, adalah kita harus tetap senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Founding father telah berjuang keras membangun konsensus bersama untuk memberikan bangunan dan jiwa dari negara Indonesia. Empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus selalu dijaga, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus dijaga! Baca pos ini lebih lanjut

Iklan

BAHAGIA DENGAN MENULIS


ABDUL HALIM FATHANI


MENULIS, oleh sebagian orang masih saja dianggap sebagai sebuah aktivitas yang memerlukan energi khusus. Baik energi tentang “kemampuan” maupun energi “kesempatan”. Padahal, kita tahu, bahwa siapa pun orangnya, di sekeliling kita, setiap saat, kapan pun dan di mana pun, selalu membawa benda elektronik, berupa HP (Android), Tablet, dll. Dengan perangkat elektronik tersebut, kita tahu, bahwa semua orang pasti mampu untuk mengirim atau membalas pesan. Dalam aktivitas tersebut, tidak lepas dari kegiatan membaca pesan, menulis pesan, atau mengedit pesan. Baca pos ini lebih lanjut

“MERAYAKAN” RAMADHAN


Oleh Abdul Halim Fathani

Quantum Ramadhan_SUDAH menjadi tradisi (baca: rutinitas) kita untuk selalu merayakan sebuah momentum yang spesial. Seperti, setiap tanggal 17 Agustus kita merayakan kemerdekaan HUT Indonesia. Ketika tanggal 1 Januari (atau 1 Muharram), selalu kita peringati dengan menggelar perayaan tahun baru. Bahkan, ketika sedang ulang tahun kelahiran, kita juga menggelar perayaan ulang tahun. Tentu, acara perayaan yang digelar itu variatif, bermacam-macam. Baca pos ini lebih lanjut

IBADAH, PINTU PEMBUKA REZEKI


Oleh Abdul Halim Fathani

Kalkulator RezekiMASALAH rezeki, bisa jadi merupakan masalah yang sensitif dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa sensitif? Karena, pada umumnya, sebagian di antara kita “cenderung” menyamakan rezeki itu sama dengan uang. Praktis, dalam hal pekerjaan biasanya, rezeki yang diterima selalu diidentikkan dengan besarn gaji bulanan yang diperoleh. Sehingga, tidak heran jika, banyak orang yang kerja siang-malam, demi memperoleh rezeki (baca: uang) yang banyak. Sebaliknya, bagi orang yang kerjanya pas-pasan, biasanya rezeki (baca: uang) yang didapatkan pun pas-pasan. Baca pos ini lebih lanjut

DAHSYATNYA TIGA KATA AJAIB


Oleh ABDUL HALIM FATHANI

Buku 3 Kata AjaibDALAM kehidupan sehari-hari, seorang individu manusia tidak bisa lepas dari orang lain. Tidak mungkin seorang manusia dapat menunaikan tugas kekhalifaannya secara mandiri. Tentu, dibutuhkan peran dari individu yang lain. Karena itulah, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Dari segi perspektif agama (baca: Islam), manusia tentu tidak dapat dilepaskan dari campur tangan Allah swt. Dengan kata lain, ada dua jenis hubungan, yakni hubungan manusia dengan Tuhannya (hablum minallah) dan hubungan sesama manusia (hablum minannaas). Baca pos ini lebih lanjut

REAKTUALISASI PENDIDIKAN KARAKTER KHAS PESANTREN


A HALIM FATHANI

karekter pesantrenSAAT ini kita berada pada era global. Arus globalisasi –tentunya- membawa dampak terhadap pembangunan karakter bangsa dan masyarakatnya. Globalisasi memunculkan pergeseran nilai. Nilai lama semakin meredup, yang digeser dengan nilai-nilai baru yang belum tentu pas dengan nilai-nilai kehidupan di masyarakat. Baca pos ini lebih lanjut

MENULIS, MEMOAR KENANGAN ABADI


Abdul Halim Fathani

nulis
TENTANG menulis –sampai hari ini– selalu saja menyimpan perdebatan bagi banyak kalangan. Perdebatan yang dimaksud bukan terletak pada perlu atau tidaknya menulis, namun perlu tidaknya kepemilikan potensi (baca: bakat) bagi siapa pun yang ingin menjadi penulis. Di sisi lain, tidak sedikit instansi atau lembaga yang berikhtiar untuk menggali keberbakatan menulis tersebut dengan menggelar acara “seremonial”, seperti seminar menulis, workshop menulis, hingga penyelenggaraan karantina seperti kemah atau pondok menulis. Itu semua dilakukan dalam rangka pengembangan potensi diri dalam bidang menulis yang bertujuan mencetak penulis. Baca pos ini lebih lanjut