DUA MACAM MASALAH MATEMATIK


Abdul Halim Fathani

SALAH satu tujuan pembelajaran matematika adalah siswa memiliki keterampilan dan dapat menyelesaikan masalah dalam hidupnya sepanjang masa. Oleh karenanya, melalui proses pembelajaran guru seyogianya mampu membekali keterampilan tersebut kepada siswa, salah satunya dapat dilakukan melalui pembelajaran matematika. Menurut Polya (1973) dalam bukunya berjudul How to Solve it, menjelaskan bahwa ada dua macam masalah dalam matematika, yakni:

Pertama, masalah untuk menemukan
Masalah untuk menemukan dapat secara teoretis maupun praktis, abstrak atau konkret, termasuk teka-teki juga merupakan masalah untuk menemukan. Terkait hal ini, kita harus mencari variabel masalah tersebut; kita mencoba untuk mendapatkan, menghasilkan, atau mengonstruksi semua jenis obyek yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah matematik. Adapun bagian utama dari masalah untuk menemukan adalah sebagai berikut.
a. Apakah yang dicari?
b. Bagaimana data yang diketahui?
c. Bagaimana syaratnya?
Ketiga bagian utama tersebut merupakan landasan untuk dapat menyelesaikan “masalah untuk menemukan”.

Kedua, masalah untuk membuktikan
Masalah untuk membuktikan diselesaikan untuk menunjukkan bahwa suatu pernyataan itu benar atau salah, atau tidak kedua-duanya. Terkait hal ini, maka kita harus dapat menjawab pertanyaan “Apakah pernyataan ini benar atau salah?” Adapun bagian utama dari “masalah untuk membuktikan” adalah hipotesis dan konklusi dari suatu teorema yang harus dapat dibuktikan kebenarannya. Kedua bagian utama tersebut sebagai landasan untuk dapat menyelesaikan “masalah untuk membuktikan”.

Dengan memperhatikan penjelasan dua macam masalah matematik di atas, Polya (1973) kembali menegaskan bahwa masalah untuk menemukan itu lebih tepat apabila diterapkan dalam pembelajaran untuk matematika elementer. Sedangkan masalah untuk membuktikan akan lebih tepat digunakan dalam pembelajaran matematika lanjut.

Dengan demikian, nampak bahwa penyelesaian masalah matematik memiliki fungsi yang penting dalam proses pembelajaran matematika. Guru menyajikan masalah-masalah, karena melalui penyelesaian masalah, maka siswa-siswa akan dapat berlatih dan mengintegrasikan konsep-konsep, teorema-teorema, dan pelbagai keterampilan matematika lainnya yang telah dipelajari. Alhasil, mengintegrasikan penyelesaian masalah matematik dalam proses pembelajaran matematika merupakan suatu keniscayaan.[ahf], Malang-10012016.

Perihal masthoni
Pengamat Pendidikan. Menempuh pendidikan program sarjana di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, pada program studi Matematika (lulus 2006). Kemudian melanjutkan studi Program Magister Universitas Negeri Malang, pada program studi Pendidikan Matematika (lulus 2011). Aktivitas sehari-hari yang ditekuni -di samping mengajar matematika di Universitas Islam Malang- adalah membuat tulisan yang kemudian dikirimkan ke pelbagai media massa/media online maupun yang diterbitkan dalam bentuk buku. Di samping itu, ia juga aktif menjadi Editor Buku.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s