MUTU, MURAH, DAN MERATA (3M)


oleh Abdul Halim Fathani

images
ISTILAH ‘Mutu, Murah, dan Merata (3M)’ ini saya dengar pertama kali saat mendengarkan presentasi paper yang dilakukan salah satu dosen dari Politeknik Negeri Media Kreatif Jakarta dalam acara Mukernas APPTI (Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia) dan Seminar Internasional yang digelar di Hotel Agrowisata Batu (16-18 Oktober 2012). Dalam acara itu diikuti oleh seluruh pimpinan/perwakilan university press (UP) masing-masing perguruan tinggi di Indonesia, ada juga perwakilan university press (UP) dari luar negeri.
Kembali pada istilah ‘Mutu, Murah, dan Merata (3M)’, dalam tulisan ini, penulis ingin mencoba mendeskripsikan kembali berdasarkan pada pengalaman pribadi selama bergelut dengan dunia penerbitan di Unit Penerbitan UIN Malang. Istilah ‘Mutu, Murah, dan Merata (3M)’ oleh pemateri seminar tersebut dijadikan sebagai sebuah strategi untuk penyediaan buku ajar di perguruan tinggi.
Saat ini, telah banyak perguruan tinggi yang berhasil mendirikan university press (UP). Seperti di Malang, ada UM Press, UIN-Maliki Press, UB Press, UMM Press. Di Surabaya, ada IAIN Sunan Ampel Press, Airlangga University Press, UNESA Press, ITS Press. Di Yogyakarta, ada Gadjah Mada University Press, Sunan Kalijaga Press, UII Press, UNY Press, dan masih banyak yang lain.
Mutu
Tantangan pertama bagi university press (UP) adalah menerbitkan buku yang bermutu. Bagaimana buku yang bermutu? Tentu jawabannya bisa relatif. Tapi secara umum buku yang bermutu memiliki ciri-ciri, antara lain sebagai berikut:
a. Aman dari tindakan plagiasi;
b. Ide/gagasan bersifat unik dan asli;
c. Telah melewati tahapan seleksi yang ketat oleh tim reviewer;
d. Antara penulis dan isi buku memiliki hubungan kemampuan dan keilmuan (ditulis oleh orang yang berkompeten);
e. Ditulis oleh satu orang atau dua orang (dengan derajat keilmuan yang sama, sama-sama professor atau doktor atau master atau sarjana). Saat ini sering kita jumpai buku yang ditulis dua orang, yang pertama professor, yang kedua sarjana.
f. Bukan berupa bunga rampai (kumpulan tulisan).
g. Telah diedit, baik isi maupun bahasanya (bukan ada –tulisan- editornya);
h. Memiliki pembahasan yang utuh dan tuntas;
i. Menjadi rujukan banyak penulis;
j. Dapat menggairahkan pengembangan keilmuan dan pengetahuan;
k. Jelas manfaatnya, baik teoretis dan/atau praktis;
l. Ditulis dengan bahasa komunikatif dan informatif;
m. Mendapat respon positif dari pembaca;
n. Banyak pihak yang menyelenggarakan bedah buku atau diskusi tentang buku tersebut;
o. Diburu banyak orang dari pelbagai lapisan;
p. Banyak dibeli oleh masyarakat melalui direct selling/toko buku (bukan proyek pengadaan saja yang diadakan tanpa seleksi; bukan dibeli oleh kalangan tertentu saja);
q. Dan sebagainya.

Murah
Tantangan kedua bagi university press (UP) adalah menerbitkan buku yang berharga murah. Atau dengan kata lain harga buku terjangkau oleh masyarakat. Dalam logika percetakan, dinyatakan bahwa ‘Jika mencetak buku dengan jumlah oplah sedikit, maka harga cetaknya akan mahal, dan berakibat pada harga buku yang mahal’. Sebaliknya ‘Jika mencetak buku dengan jumlah oplah banyak, maka harga cetaknya akan murah, dan berakibat pada harga buku yang murah’. Intinya, kalau ingin harga buku menjadi murah, kuncinya harus dicetak dalam jumlah banyak.
Terkait hal ini, agar diperoleh harga buku yang murah, maka tidak akan ada lagi penerbit yang mencetak buku hanya untuk sekedar formalitas, seperti kerjasama untuk memenuhi ‘kepentingan pragmatis’ penulis dalam mengejar kenaikan pangkat, atau memenuhi laporan penerbitan buku mengenai berapa judul buku yang sudah diterbitkan kepada pimpinan perguruan tinggi. Alhasil, untuk mendapat harga buku murah, tentu akan berkonsekuensi pada pencetakan dalam jumlah banyak. Hal ini tentu penerbit harus menetapkan naskah buku yang layak dan bermutu, sehingga tidak mengalami kerugian jika dicetak dalam jumlah besar. Tentunya buku yang dicetak banyak harus dan tentu buku yang layak dan bermutu. Dengan demikian, tidak ada lagi buku yang diterbitkan hanya untuk memenuhi aspek formalitas saja. Itu saja kuncinya.
Merata
Tantangan ketiga bagi university press (UP) adalah buku yang telah diterbitkan dapat terdistribusi secara merata di seluruh kalangan masyarakat pembaca. Buku ajar yang diterbitkan UB Press misalnya, seyogyanya tidak hanya menjadi referensi perkuliahan bagi mahasiswa UB saja, tetapi juga bisa dijadikan referensi oleh mahasiswa perguruan tinggi lain, bahkan mahasiswa luar negeri. Lalu bagaimana strateginya, agar buku yang diterbitkan oleh penerbit kampus juga bisa dijadikan rujukan di kampus-kampus lain. Kuncinya adalah buku tersebut memang dibutuhkan oleh mahasiswa kampus lain, dan hal ini disebabkan buku tersebut bermutu. Sekali lagi, kuncinya adalah buku yang bermutu.
Dari uraian tersebut, penulis simpulkan bahwa tekad pertama yang harus dicamkan oleh university press (UP) adalah menerbitkan buku yang bermutu. Hal ini tentu berefek pada para penulis, mereka tidak akan menulis buku secara asal-asalan. Tetapi sebaliknya penulis akan menulis buku yang bermutu tinggi dengan sungguh-sungguh. Karena memang hanya ‘naskah buku yang bermutu’ yang dibutuhkan oleh penerbit. Kalau yang diterbitkan itu buku yang bermutu, maka penerbit akan mencetak dalam jumlah yang banyak, hal ini tentu berdampak pada murahnya harga cetak dan tentu berimbas pada harga buku yang murah. Kalau buku tersebut bermutu dan murah harganya, maka pasti banyak pihak yang memburu untuk membelinya, sehingga buku tersebut dengan sendirinya terdistribusi secara merata. Sekali lagi, kuncinya adalah penulis menulis buku yang bermutu, dan penerbit hanya menerbitkan naskah buku yang bermutu. [ahf]

Perihal masthoni
Alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang

One Response to MUTU, MURAH, DAN MERATA (3M)

  1. roza dwiningsig mengatakan:

    Assalamu’alaikum.
    ma’af pak,,,,apa disini menjual buku pendidikan???
    kalau ya,,,apa ada buku pembelajaran kooperatif karangan muslimin ibrahim penerbit unesa university???
    kalau ada tolong kabari saya ya pak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s