Malang dalam Bingkai 5W 1H


Oleh A Halim Fathani Yahya

Malang merupakan salah satu kota di Indonesia yang sedang mengalami perkembangan dan pertumbuhan yang sangat pesat. Dari sisi geografis, Kota Malang memiliki luas 110.06 Km dengan jumlah penduduk sekitar 768.602 jiwa (data tahun (2007). Kota Malang memiliki potensi yang sedemikian besar di bidang pariwisata, pendidikan, industri dan lainnya. Tetapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah dalam perjalanannya Kota Malang tetap seperti yang diharapkan kebanyakan orang, yakni menjadi Kota yang memproklamirkan diri sebagai kota Pendidikan, kota industri, dan kota pariwisata atau yang lebih dikenal dengan istilah “Tribina Cita Kota Malang.”

Melalui tulisan ini, penulis mencoba menganalisis dan mengkaji perjalanan kota Malang dengan menggunakan pendekatan pertanyaan yang meliputi What, Who, Where, When, Why, dan How atau 5W 1H. Pertama, yang perlu dikaji adalah apa yang menjadi harapan bagi para pengelola kota Malang untuk menjadikan Malang sebagai kota yang patut dibanggakan? Tahun 1962, melalui sidang paripurna Gotong Royong, pemerintah menetapkan Kota Malang sebagai Kota Pelajar/Kota Pendidikan, Kota Industri dan Kota Pariwisata.

Selanjutnya setelah harapan itu ditetapkan, lalu siapakah yang bertanggungjawab untuk melaksanakannya? Tentunya, untuk merealisasikan harapan tersebut tidak cukup hanya dibebankan kepada satu pihak saja yaitu pemerintah Kota Malang, melainkan harus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari masyarakat yang golongan ekonomi lemah, menengah, maupun atas. Mulai dari petani, pedagang, pelajar, karyawan, guru/dosen, pejabat, dan seterusnya. Intinya semua komponan dan unsur elemen yang terdapat di Kota Malang wajib ikut serta secara aktif bertanggungjawab terhadap pelaksanaan program-program yang dicanangkan di Kota Malang yang dikendalikan oleh pihak Pemerintah Kota Malang.

Untuk merealisasikan Tribina Cita Kota Malang tersebut, dibutuhkan tiga pihak yang memiliki kompetensi untuk mengemban amanat tersebut, yakni diperlukan pihak yang memiliki keahlian di bidang pendidikan, industri, dan pariwisata. Hal ini penting, karena apabila dalam mengembangkan hal tersebut tidak didukung dengan kehadiran para ahli yang memiliki kompetensi dikhawatirkan tidak akan dapat terwujud apa yang sudah menjadi harapan masyarakat Kota Malang.

Dalam bidang pendidikan, Kota Malang merupakan daerah yang memiliki potensi nilai jual dan daya saing yang baik di tingkat regional maupun nasional. Banyak lembaga pendidikan mulai dari Sekolah Dasar hingga tingkat menengah, perguruan tinggi baik swasta atau negeri, pondok pesantren, lembaga-lembaga kursus, lembaga profesi, dan lembaga pendidikan lainnya yang bermunculan di kota Malang. Selain itu pendidikan di Kota Malang juga dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana yang memadahi seperti tempat pemondokan, toko buku, super market, plaza, pusat pelayanan kesehatan masyarakat serta fasilitas penunjang lainnya seperti transportasi dan suhu yang dingin. Bahkan akhir-akhir ini, Kota Malang bertekad akan mewujudkan lembaga pendidikan yang memiliki standar internasional. Hal ini dilakukan dalam rangka menyiapkan generasi muda yang diharapkan dapat berkompetisi di era persaingan yang semakin global.

Sedangkan dalam bidang Industri, sejak dahulu Kota Malang telah dikenal dengan industri rokok kreteknya. Sekarang ini, banyak kita saksikan industri kecil hingga menengah yang bermunculan di kota Malang. Hal yang demikian tentunya dapat membantu laju pertumbuhan perokonomian masyarakat di Kota Malang. Didukung dengan otak yang cerdas dan kreatif yang dapat memunculkan banyak orang yang memiliki jiwa wirausaha (entrepreneur) sehingga masyarakat kota Malang lebih memilih berwirausaha untuk mencukupi kebutuhan hidupnya, jika mereka tidak memiliki kemampuan untuk bekerja di bidang pemerintahan atau pendidikan.

Potensi alam yang dimiliki Kota Malang mengakibatkan Malang layak dijadikan sebagai tempat wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal, regional hingga mancanegara. Dengan adanya pemandangan alam yang indah, hawa yang sejuk, banyaknya bangunan kuno peninggalan Belanda, dan letak geografis yang strategis membuat banyak masyarakat yang lebih senang melakukan wisata ke Kota Malang yang tentunya masih memiliki nilai kesejarahan yang amat tinggi. Kota Malang menyimpan misteri embrio tumbuhnya kerajaan-kerajaan besar, seperti Singosari, Kediri, Mojopahit, Demak, dan Mataram. Di Kota Malang juga terukir awal kemerdekaan Republik bahkan Kota Malang tercatat masuk nominasi akan dijadikan Ibukota Negara Republik Indonesia.

Satu hal yang patut diberi isapan jempol, yakni keinginan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadikan kampusnya sebagai kampus wisata. Artinya Kampus UMM tidak hanya menyediakan sarana pendidikan semata, tetapi juga menyediakan berbagai tempat yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata bagi nasyarakat kota Malang. Sehingga dengan mengunjungi kampus UMM masyarakat akan mendapatkan hasil ganda, yaitu dapat mengetahui informasi tentang pelaksanaan pendidikan di UMM sekaligus dapat menikmati objek wisata yang ada dikampus tersebut.

Dari tiga macam keinginan kota Malang di atas harus dapat benar-benar terwujud secara integral. Artinya Malang harus menjadi Kota yang unggul di bidang pendidikan, industri, dan pariwisata. Keinginan ini tidak akan sulit untuk direalisasikan selama semua elemen dapat ikut bertanggungjawab untuk melaksanakannya. Untuk mewujudkan ketiga komponen Tribina Cita Kota Malang di atas diperlukan adanya sifat dan rasa saling memiliki Kota Malang. Jika demikian, maka pemerintah atau masyarakat akan melakukan berbagai upaya secara maksimal untuk mewujudkannya. Sebab jika tidak didukung dengan adanya sifat memiliki, maka jiwa tanggungjawab untuk mengemban amanat tidak akan dapat berjalan optimal.

Mengapa harus pendidikan, industri, dan pariwisata yang tercakup dalam Tribina Cita Kota Malang, kok bukan bidang lainnya?. Menurut hemat saya tiga bidang yakni pendidikan, industri, dan pariwisata tersebut ternyata sudah dapat mewakili dari berbagai aspek. Bidang pendidikan memang harus mendapatkan perhatian yang serius. Untuk dapat menjalani kehidupan yang bahagia, masyarakat harus didukung dengan kemampuan intelektual yang bagus. Dengan demikian maka wajar jika Pemerintah Kota Malang memasukkan pendidikan sebagai bidang garapan yang harus dikelola secara serius.

Bidang selanjutnya yaitu bidang industri. Bidang ini harus benar-benar dikembangkan secara terus menerus, karena bidang industri akan menggambarkan bagaimana kondisi ekonomi masyarakat Kota Malang. Dengan banyaknya industri kecil, menengah, hingga besar akan dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi bagi masyarakat Kota Malang. Selain itu dengan adanya industri maka diharapkan masyarakat Kota Malang akan terbangun jiwa atau mental-mental pengusaha (entrepreneur), sehingga mereka lebih suka untuk berbuat yang kreatif dan melakukan berbagai upaya dan inovasi-inovasi untuk maju menjadi yang lebih baik.

Bidang Pariwisata juga diperhatikan oleh pemerintah Kota Malang, karena dalam kehidupannya masyarakat pasti membutuhkan suatu hal yang dapat menyebabkan dirinya menjadi senang, gembira, dan ketenangan untuk menghilangkan rasa kejenuhan, keletihan akibat tugas dan pekerjaan yang harus diselesaikan. Sehingga dengan memperhatikan bidang pariwisata ini diharapkan penyakit stress tidak akan dapat menjangkiti masyarakat Kota Malang.

Pada Tahun 2005 ini, menurut pengamatan saya Kota Malang sudah dapat memenuhi dan merealisasikan apa yang dicita-citakan dalam Tribina Cita Kota Malang. Namun, keinginan saya agar ketiga bidang tersebut digarap secara integral ternyata masih belum disentuh. Sampai sekarang, masing-msing pihak masih berjalan sendiri-sendiri, dan yang kita saksikan bersama bidang pendidikan masih menduduki peringkat pertama dalam pertumbuhannya, sedangkan akhir-akhir ini yang sedang bertumbuh pesat adalah bidang industri, terbukti dengan hadirnya Malang Town Square (MATOS). Sedangkan yang memprihatinkan adalah kurangnya perhatian pemerintah Kota Malang terhadap bidang pariwisata, terbukti untuk bidang yang satu ini Kota Malang masih jauh jika dibandingkan dengan upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Batu.

Di akhir tulisan ini, penulis berharap agar pemerintah Kota Malang selalu memperhatikan ketiga bidang tersebut. Sebab, penulis yakin jika apa yang tertera dalam Tribina Cita Kota Malang ini benar-benar digarap secara serius maka Kota Malang akan lahir menjadi Kota Unggulan dan tentunya akan dijadikan Model Percontohan untuk pengembangan Kota yang ada di Indonesia.[ahf]

Perihal masthoni
Alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s