Ketika Gus Miek Menemui Tuhan


Oleh A Halim Fathani Yahya

Dalam perjalanannya menuju Tuhan, Gus Miek memiliki jalan sendiri yang dalam buku ini dinamakan dengan Jalan Terabas. Jalan Terabas yang dimaksud adalah jalan pintas atau jalan paling dekat dari sekian banyak jalan yang ada untuk mencapai sebuah tujuan. Kerangka berpikir yang dikembangkan Gus Miek adalah untuk menentukan langkah yang paling cepat dan tepat dalam mencapai tujuan.

Buku yang merupakan hasil penelitian (sejak 1994 hingga 2006) ini mencoba mengetengahkan sebuah pembahasan secara ringkas tentang Suluk Jalan Terabas. Yakni sebuah kerangka pemikiran yang dikembangkan oleh Gus Miek, seorang tokoh besar di Kediri, yang terkenal sebagai wali, mendirikan kegiatan sema’an al-Qur’an yang memiliki banyak jamaah. Menurut penulisnya, kerangka pemikiran Gus Miek yang diungkap dalam buku ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi siapapun yang ingin dapat mencapai tujuannya. Sebab kerangka pemikiran yang dikembangkan Gus Miek sangat sederhana sehingga bisa diterima umat dari berbagai kalangan, mulai kalangan santri dan ulama, orang awam, orang berpendidikan modern hingga para pelaku maksiat yang ingin bertobat.

Dalam pandangan banyak orang, Gus Miek dikenal seorang wali yang kontroversial sepak terjangnya dalam berdakwah membimbing umatnya untuk menempuh jalan kebahagiaan. Kekontroversialan Gus Miek lebih banyak dalam hal memberantas kemaksiatan. Beberapa jalan pintas Gus Miek yang dianggap kontroversial ketika berdakwah adalah Gus Miek, dalam perjalanannya menjaring umat dan menyampaikan kebenaran serta kebahagiaan kepada mereka lebih banyak memasuki tempat maksiat. Di antaranya tempat perjudian, diskotik, menemui para pemabuk hingga tempat mangkal PSK. Selain itu Gus Miek juga mendekat dan mengenali para pelaku kemaksiatan, lalu menghancurkan sumber kemaksiatan.

Gus Miek dikenal luas di berbagai kalangan masyarakat sebagai seorang yang banyak menerjuni dunia malam ketimbang memberikan bimbingan kepada umat Islam yang telah mapan keimanannya. “Biar nama saya cemar di mata manusia tapi tenar di mata Allah. Semua orang yang di tempat ini (baca: tempat maksiat) juga menginginkan surga, bukan hanya jamaah saja yang menginginkan surga. Semua orang di dalam diskotik ini juga menginginkan surga. Tetapi siapa yang berani masuk, kiai mana yang berani masuk ke sini?” (hal. 36). Itulah pernyataan Gus Miek ketika banyak pihak mempermasalahkan jalan yang dipakai Gus Miek untuk memberantas kemaksiatan dengan langsung terlibat di dalamnya. Menurut Gus Miek, hanya dengan cara inilah kemaksiatan bisa diberangus secara efektif.

Banyak jalan menuju Tuhan. Tidak mesti harus lewat pesantren. Semua orang bisa berpacu termasuk orang yang masih bodoh; ia bisa berpacu dengan orang yang sudah menyandang gelar kiai. Jalan Terabas yang digagas Gus Miek ini patut dipilih oleh siapa saja yang hendak menempuh jalan menuju Tuhan. Menurut Gus Miek, kalau kita tidak bisa dekat secara langsung dengan Tuhan, hendaknya kita mendekat kepada orang yang dekat dengan Tuhan. Semua masalah di dunia ini bisa dihadapi dengan tiga T: tenang, tabah, dan tawakkal. Kalau kita tidak bisa menyelesaikan masalah, maka kita harus kembali kepada Allah. Inilah yang oleh Gus Miek disebut dengan menempuh Jalan Terabas.

Dalam bab tiga, penulis menjelaskan secara detail tentang pokok-pokok kerangka berpikir Jalan Terabas yang ditempuh Gus Miek. Di antaranya adalah kemampuan membaca potensi yang dimiliki setiap individu (potensi harta, potensi nasab, potensi agama, potensi kepribadian); pentingnya memiliki dan memahami tujuan yang akan digapai (tujuan surga, tujuan meraih kedudukan dan kebenaran, ilmu pengetahuan); kemampuan membaca potensi subyek (pemilik atau pemangku tujuan: Tuhan, umat, ilmu); kemampuan membaca potensi sarana (jalan yang ditempuh atau dunia usaha yang dimasuki, Ibadah, Dakwah, Mencari Ilmu); dan kesiapan serta keberanian untuk mengambil resiko setiap jalan yang ditempuhnya. Untuk prinsip terakhir, keberanian mengambil resiko hanya bersifat faktor luar yang mendukung, mungkin dibutuhkan mungkin juga tidak.

Penerapan kerangka berpikir Jalan Terabas ini tergantung pada orang yang menerapkannya dari mana akan memulainya. Tingkat kesuksesan sebuah penerapan kerangka pemikiran Jalan Terabas, bergaris lurus dengan kemampuan membaca dan memanfaatkan berbagai prinsip yang ada dalam kerangka berpikir Jalan Terabas ini (hal. 148).

Kerangka pemikiran Jalan Terabas yang ditempuh dan diajarkan Gus Miek ini merupakan ajaran yang penting untuk dibaca dan dipelajari oleh siapa saja. Sebab yang selama ini kita terima dari pembimbing umat hanyalah sebatas perintah, larangan, dan anjuran yang lebih menekankan aspek tuntutan ketimbang cara mencapai kebahagiaan dalam dan selama hidup. Buku ini penting untuk dimiliki siapapun, terutama para pembimbing umat, sehingga jalan untuk mencapai tujuannya dapat dilakukan dengan pendekatan secara langsung dengan memanfaatkan segala potensi yang dimiliki. Buku ini sangat cocok untuk dijadikan pedoman bagi orang yang ingin ber-amar ma’ruf nahi munkar secara efektif, agar yang dilakukan tidak sia-sia. [ahf]

Identitas Buku:
Judul Buku : Suluk Jalan Terabas Gus Miek
Penulis : Muhamad Nurul Ibad
Penerbit : Pustaka Pesantren (Kelompok Penerbit LKiS)
Cetakan I : Februari 2007
Tebal : ix + 154 Halaman

Perihal masthoni
Alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang

4 Responses to Ketika Gus Miek Menemui Tuhan

  1. afifudin mengatakan:

    alunan kata-katanya hati terasa lebih terang….

  2. Addakhil Fiefz mengatakan:

    saya menemukan yang lebih dari beliau….

  3. king gavrila mengatakan:

    لمن احب ان يحسر مع الاولياء والصالحين

  4. Suryono mengatakan:

    GusMiek bukan untuk ditiru, sebab priilaku seorang WAli adalah “dikendalikan langsung” oleh Allah SWT. Apa yang dilakukan GusMiek tidak semua orang bisa mengikutinya. Dan GusMiek,……adalah URUSAN ALLAH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s