Guru Inspiratif: Transformator yang Tak Pernah Pensiun


Oleh A Halim Fathani Yahya

“Guru yang bermutu memungkinkan siswanya untuk tidak hanya dapat mencapai standar nilai akademik secara nasional, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan keahlian yang penting untuk belajar selama hidup mereka” (Elaine B. Johnson)

Apakah visi kita sebagai guru? Inilah pertanyaan pokok yang mesti kita jawab untuk mulai menjernihkan visi kita sebagai guru. Mungkin pertanyaan ini jarang sekali muncul. Tetapi, jika kita benar-benar ingin membangun sosok guru yang dapat “menyelamatkan” masa depan siswa, maka sangat perlu kita merefleksikan sosok seorang guru yang kita perankan selama ini. Faktanya, tidak sedikit siswa yang “hilang ingatan” terhadap gurunya. Begitu selesai pembelajaran di kelas, lebih-lebih ketika sudah lulus ujiannya, maka sosok guru tersebut “hilang” dari ingatan.
Nadjmatulastri (2005:272) mengatakan bahwa salah satu realitas dalam pendidikan kita dewasa ini adalah ciutnya peran guru dalam proses pengembangan potensi pribadi peserta didik. Hampir tak ada peran berarti, kecuali sebagai pembekal informasi, menyajikan peengetahuan jadi yang harus diketahui dan dihafalkan. Jarang mengajarkan cara-cara mencari pengetahuan yang belum diketahui. Oleh karena itu, Ngainun Naim mencoba menghadirkan buku yang mengupas bagaimana sosok guru yang dapat memberdayakan sekaligus mengubah jalan hidup siswa. Ialah Guru Inspiratif.
Istilah guru inspiratif dipopulerkan oleh pakar manajemen Rhenald Khasali. Dalam artikelnya di Harian Kompas edisi 29 Agustus 2007, Khasali menulis tentang fenomena guru dalam dunia pendidikan. Ia membagi guru dalam dua kategori, yaitu guru kurikulum dan guru inspiratif. Guru kurikulum adalah sosok guru yang amat patuh pada kurikulum dan merasa berdosa bila tidak bisa mentransfer semua isi buku yang ditugaskan sesuai dengan acuan kurikulum. Sedangkan guru inspiratif tidak hanya terpaku pada kurikulum, tetapi juga memiliki orientasi yang lebih luas dalam mengembangkan potensi dan kemampuan para siswanya. Guru inspiratif bukan guru yang hanya mengejar kurikulum, tetapi lebih dari itu, mengajak para siswa untuk berpikir kreatif. (hlm. 71-72).
Dalam pelaksanaan pembelajaran di kelas, hal yang penting diperhatikan bagi sosok guru inspiratif adalah bagaimana ia mampu menarik dan mendorong minat siswa untuk menyenangi dan merindukan materi pelajarannya. Hal inilah yang menjadikan modal utama dalam diri siswa, sehingga siswa akan memiliki rasa ketagihan untuk belajar lebih lanjut. Inilah yang dinamakan hakikat pembelajaran sesungguhnya. Proses belajar tidak hanya berhenti ketika akhir semester, lalu mendapatkan nilai. Tetapi, yang terpenting adalah, siswa mendapatkan modal yang cukup untuk mengarungi kenyataan kehidupan yang akan dihadapinya.
Anita Lie dalam tulisannya di Majalah Basis (2005:17) mengatakan bahwa keadaban, kreativitas, ingenuitas, dan kebermaknaan pribadi menjadi isu sentral dalam aliran-aliran pendidikan yang belum banyak dihargai dalam pelaksanaan pengajaran di Indonesia. Dalam aliran ini, proses pembelajaran merupakan proses kebermaknaan untuk masing-masing siswa. Kreativitas dan ingenuitas masing-masing anak dianggap lebih penting daripada standar baku yang ditetapkan oleh pemerintah.
Memang, peran guru inspiratif bukanlah faktor tunggal yang akan menentukan keberhasilan sesorang. Keberhasilan seseorang dalam hidup, setidaknya dipengaruhi tiga hal: peran pribadi guru inspiratif, kemampuan guru inspiratif membangun iklim pembelajaran yang semakin menyuburkan arti dan makna inspiratif, serta usaha siswa sendiri untuk meraih kesuksesan, baik ketika masih sekolah maupun setelah menyelesaikan jenjang pendidikannya. (hlm. 276). Nah, langkah selanjutnya, bagaimana kita sebagai seorang guru dapat membangun pribadi diri menjadi sosok guru inspiratif yang senantiasa memberikan motivasi dan modal kepada para siswa untuk mampu menghadapi perubahan yang terus terjadi. Guru inspiratif adalah guru kurikulum plus. Artinya, selain mengajar maksimal berdasarkan kurikulum, ada nilai plusnya, yaitu memberikan modal lain bagi kehidupan para siswanya dalam menghadapi hidup.
Guru inspiratif adalah guru yang mampu memberikan perubahan secara mendasar dalam diri siswa; apakah pandangan hidupnya, orientasi intelektualnya, ataukah dimensi-dimensi mendasar lainnya dalam kehidupan. Dengan peranan yang dilakukannya, guru inspiratif akan memberikan transformasi secara bermakna dalam kehidupan siswa yang akan dijalaninya. (hlm. 156). Guru inspiratif bukan segala-galanya, tetapi adanya guru inspiratif tentu akan memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perubahan dalam kehidupan para siswa. Sejatinya, tak pernah ada guru pensiun. Menjadi guru inspiratif selalu dikenang oleh siswa selamanya. Pemerhati dan pihak yang concern di bidang pendidikan, serta siapa saja yang peduli akan masa depan bangsa, perlu membaca buku ini.[]


Identitas Buku:

Judul Buku : Menjadi Guru Inspiratif: Memberdayakan dan Mengubah Jalan Hidup Siswa
Penulis : Ngainun Naim
Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Cetakan : I, April 2009
Tebal : xvi + 289

Menjadi Guru Inspiratif

Perihal masthoni
Alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s