Pesan Matematis dalam Al-Qur’an


Oleh A. Halim Fathani
Pembahasan al-Qur’an dengan pendekatan paradigma angka atau numerik masih sangat langka bila dibandingkan dengan paradigma verbal. Pendekatan verbal di sini dimaksudkan sebagai keseluruhan kajian yang berangkat dari uraian konsep yang dituliskan dengan menggunakan huruf.

Secara umum istilah verbal atau numerik tidak dikenal karena memang tidak dinyatakan dengan istilah tersebut dalam setiap kajian, namun disebutkan demikian di sini untuk memudahkan pengertian tentang klasifikasi yang didasarkan pada notasi simbol yang diurai melalui huruf dan angka. Kajian yang dikelompokkan pada paradigma verbal lebih dikenal dalam berbagai pendekatan disiplin ilmu yang sudah ada, seperti: sejarah, hukum, bahasa, dan lain sebagainya. Sedangkan paradigma numerik sendiri masih sangat umum, belum membentuk sebuah pendekatan tersendiri.

Pendekatan terhadap al-Qur’an melalui bahasa tulisan (huruf-huruf) seperti itu terus menerus dilakukan oleh umat manusia dan para ahli agama sejak masa awal al-Qur’an diperkenalkan di masa para khalifah sesudah wafatnya Rasulullah saw. Hal itu terus berlangsung sampai saat ini, dalam rangka mencari makna dari kedalaman pesan-pesan al-Qur’an. Tetapi tidak demikian halnya terhadap angka atau bilangan yang ada di dalamnya, yang sesungguhnya pernah diajarkan juga pada saat sebelumnya.

Keberadaan bahasa huruf (verbal) dan juga bahasa angka (numerik) di dalam al-Qur’an, pada hakikatnya memperkuat keterangan al-Qur’an itu sendiri bahwa isi dari ayat-ayat al-Qur’an bersifat seimbang atau berpasangan, ada ayat-ayat yang muhkamat, yaitu ayat-ayat yang jelas isi dan maksudnya serta mudah dipahami, dan ada ayat-ayat mutasyabihat, yaitu ayat-ayat yang tidak jelas atau tersamar maksudnya, dan membutuhkan penafsiran yang lebih jauh dan lebih mendalam

“Bahasa angka” atau numerik dapat membantu dan mendukung di dalam memberi penjelasan yang “lebih” terhadap makna dari suatu keterangan yang disampaikan dengan bahasa verbal yang terkadang masih kurang jelas arti dan maksudnya. Bagaimana kita bisa yakin (mantap) kalau angka juga merupakan bagian dari pewahyuan al-Qur’an? Hal ini dapat dilihat dari reaksi umat Muslim apabila ada orang yangmencoba untuk mengubah ayat al-Qur’an secara redaksional atau mencoba mengubah jumlah bilangan ayat yang ada pada suatu surat atau juz, dengan cara menambah atau mengurangi jumlah atau bilangan ayat yang seharusnya ada pada surat atau juz itu. Maka dalam hal ini umat Muslim pasti tidak akan dapat menerima atau bahkan cenderung marah bila terjadi hal yang demikian. Inilah salah satu bukti bahwa ayat secara redaksional dan juga angka (numerik) atau bilangan yang terdapat dalam surat atau juz sudah bersifat baku dan tidak dapat diubah oleh siapapun. Dan inilah tanda bahwa huruf dan angka dalam al-Qur’an merupakan suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan karen asebenrnya keduanya merupakan bagian dari pewahyuan.

Hakikatnya, Matematika merupakan ilmu pengetahuan dasar yang dibutuhkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari baik secara langsung maupun tidak langsung. Matematika juga merupakan ilmu yang tidak terlepas dari agama. Pandangan ini dengan jelas dapat diketahui kebenarannya dari ayat-ayat al-Qur’an yang berkaitan dengan matematika, di antaranya adalah ayat-ayat yang berbicara mengenai bilangan, operasi bilangan, dan adanya penghitungan.

Hal ini dapat dilihat pada QS. al-Hajj (22):47, QS. Yunus (10):5, QS. al-Isra’ (17):12, QS. al-Syura (42):17, dan QS. Maryam (19):93-94. Ayat ini menyatakan bahwa “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi, kecuali akan datang pada Tuhan Yang Maha Pemurah selaku seorang hamba. Sesungguhnya Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti.” Allah juga menyatakan bahwa penciptaan matahari dan bulan serta peredarannya menggunakan penghitungan yang cermat dan teliti. Ini dapat dilihat pada QS. al-Rahman (55):5. Hingga Allah menyebut hari kiamat (yaum al-qiyamah) dengan sebutan hari penghitungan amal (yaum al-hisab).

Ayat-ayat al-Qur’an yang disebutkan di atas hanya sebagian kecil dari ayat-ayat al-Qur’an lainnya yang mengandung bilangan, operasi bilangan dan konsep matematika yang lain. Salah satu firman Allah yang memberikan motivasi untuk mempelajari matematika adalah QS. Yunus (10):5. Dari ayat tersebut, Allah memberi motivasi kepada manusia untuk mempelajari ilmu perhitungan. Bidang ilmu perhitungan yang terinspirasi dengan ayat tersebut adalah astronomi dan matematika.

Buku ini menyajikan bilangan-bilangan rasional selain bilangan 19 yang terdapat dalam al-Qur’an dan menunjukkan ayat-ayatnya. Penuturannya dengan sajian yang lebih condong ke pendekatan matematika membuat kehadiran buku ini dapat menambah referensi baru di bidang integrasi matematika dan keislaman. Tentunya, buku ini layak dibaca oleh siapapun, terutama yang masih meragukan akan “jenis kelamin” matematika dalam Islam.[]

Biodata Buku

book171

Judul Buku : Subhanallah… Quantum Bilangan-bilangan Al-Qur’an
Penulis : Muhammad Mas’ud
Penerbit : DIVA Press, Yogyakarta
Cetakan I : Juni 2008
Tebal : 367 halaman

Perihal masthoni
Alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang

One Response to Pesan Matematis dalam Al-Qur’an

  1. Wijdan mengatakan:

    Wuih, oke banget. Penasaran nich! Kira-kira bisa dibeli dimana ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s