Pilih Sekolah atau Kursus?


Oleh A. Halim FathaniPenguasaan matematika merupakan salah satu akses untuk dapat meraih keberhasilan agar dapat mengikuti arus perubahan zaman di era teknologi informasi ini. Setiap ujian yang diselenggarakan, maka matematika selalu saja diikutsertakan. Ketika Ujian Nasional digelar, maka baik program IPA, IPS, maupun BAHASA harus tetap mempersiapkan diri untuk dapat bertarung menjawab soal-soal matematika yang diujikan. Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang baru saja diselenggarakan untuk menjaring mahasiswa juga memasukkan matematika sebagai salah satu materi uji dalam seleksi pada semua jurusan. Begitu juga ujian CPNS, tes IQ, TPA, dan sebagainya.

Saking pentingnya, maka tidak heran jika kemudian banyak siswa dan orangtua siswa yang ingin agar anaknya mahir di bidang matematika. Akibatnya, banyak orangtua yang menyarankan anaknya agar belajar banyak di luar jam sekolah, salah satunya dengan mengikuti kursus. Pertanyaannya, apakah pembelajaran matematika yang diberikan guru di bangku sekolah masih kurang untuk memenuhi kebutuhan siswa di atas?
Pada dasarnya, praktik pembelajaran matematika yang diselenggarakan sekolah sudah memenuhi aturan standar kurikulum matematika yang ditetapkan Pemerintah. Hanya saja, secara de facto kebanyakan sekolah masih berkutat pada pembelajaran matematika yang konvensional. Praktik pembelajaran yang diselenggarakan masih monoton dan hanya berkutat pada pengerjaan soal dan penuntasan materi ansich.
Nah, untuk merespons kekurangan dalam pembelajaran Matematika di sekolah dan memenuhi kebutuhan siswa, kursus dan les privat matematika berkembang amat marak terutama di daerah perkotaan, seperti Jakarta, Yogyakarta, Bandung, Surabaya, Malang dan lainnya. Lembaga kursus dan les privat biasanya mempromosikan program yag punya nilai lebih, misalnya pengerjaan matematika yang disertai tips dan trik cepat, diberikan kisi-kisi soal yang akan keluar sewaktu UN atau SNM-PTN.
Keberadaan lembaga kursus ini jika biarkan terus-menerus, maka dikhawatirkan akan merendahkan derajat sekolah. Artinya, para siswa akan lebih percaya pada lembaga kursus untuk belajar matematika, terutama terkait dengan pemecahan soal yang cepat dan pragmatis. Dan, tentunya akan memperburuk kondisi pendidikan bagi siswa yang tingkat ekonominya pas-pasan, karena mereka hanya bisa belajar di sekolah. Sehingga prestasinya akan terus diungguli oleh teman-teman yang ikut les privat.
Untuk itu, sebuah tantangan yang harus dihadapi, bagaimana sekolah dapat menyelenggarakan pembelajaran matematika yang humanis dan dapat memenuhi semua aspek yang dibutuhkan oleh siswa. Dengan demikian, maka siswa tidak lagi perlu belajar di lembaga lain, karena apa yang seharusnya dicari di lembaga kursus sudah tersedia di sekolah. Akhirnya, kepercayaan masyarakat terhadap sekolah akan tetap terjaga. []

Perihal masthoni
Alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang

One Response to Pilih Sekolah atau Kursus?

  1. apiqcipete mengatakan:

    Sangat menarik!
    Untuk lebih sukses coba metode APIQ.
    APIQ membantu Anda meraih sukses dengan menguasai matematika kreatif yang asyik. Matematika yang dulunya susah, kini menjadi mudah bersama APIQ. Anda berhak untuk menjadi jago matematika. Buktikan langsung dengan menggunakan metode APIQ.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s