POSITIVE THINKING DALAM PEMBELAJARAN


Abdul Halim Fathani

Fakta di lapangan, masih terdapat sebagian siswa yang memiliki pikiran negatif terhadap pelajaran yang dipelajari di sekolah. Pikiran negatif ini bisa berdampak pada menurunya motivasi untuk belajar, rendahnya prestasi siswa, dan sebagainya. Tidak ada jalan lain, kecuali segera putar balik, ialah dengan mengubah paradigma dari berpikir negatif menjadi berpikir positif. Perubahan paradigma berpikir positif ini akan menjadi kekuatan baru bagi siswa dalam belajar. Baca pos ini lebih lanjut

BERPIKIR DIVERGEN DAN KONVERGEN (Inspirasi untuk Mahasiswa yang Akan/Sedang Menyusun Skripsi)


Abdul Halim Fathani

BAGI mahasiswa matematika maupun pendidikan matematika, sewaktu kuliah pasti pernah mempelajari materi barisan divergen dan konvergen dalam matakuliah Analisis Real. Dalam tulisan ini, tidak akan membahas apa itu barisan divergen dan konvergen. Karena, bagi alumni matematika tentu sudah pernah belajar hal itu dan saya yakin masih ingat definisi maupun teoremanya. Ada baiknya, agar segera membuka kembali materi yang terkandung dalam buku Analisis Real tersebut. Selanjutnya, setelah membuka dan memahami kembali materi barisan divergen dan konvergen, mari mencoba mengambil “hikmah” dari definisinya dalam perspektif berpikir. Baca pos ini lebih lanjut

BELAJAR MATEMATIKA, MEMAHAMI TAUHID


Abdul Halim Fathani

MATEMATIKA adalah cermin peradaban manusia. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan jika dikatakan bahwa sejarah matematika adalah sejarah peradaban manusia. Para ahli matematika dapat berbangga, karena pengetahuan yang mereka ciptakan (matematika), lebih dari pengetahuan yang lain, baik dari segi eksaknya, maupun dari segi kegunaannya (mathemathics is the queen of science). Baca pos ini lebih lanjut

MASALAH MATEMATIKA


Abdul Halim Fathani

SETIAP manusia pasti memiliki masalah dalam kehidupannya, karena masalah itulah yang menjadikan hidup ini menjadi dinamis dan bermakna. Masalah bisa menjelma dalam pelbagai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda. Ada yang kecil maupun besar. Ada yang berupa masalah perorangan, masalah kelompok, masalah keluarga, masalah keuangan, masalah cinta, dan pelbagai masalah lainnya yang tentu saja antar satu orang dengan yang lainnya menemui masalah yang berbeda-beda. Satu lagi, masalah matematika. Namun, yang perlu digarisbawahi, bahwa semua masalah yang telah tersebut, pasti dapat dicari jalan keluarnya, semuanya ada penyelesaiannya. Baca pos ini lebih lanjut

PENILAIAN YANG “MENYEGARKAN” (Inspirasi untuk Pelaksanaan Ujian Nasional 2017)


Oleh Abdul Halim Fathani

KETIKA ujian akan dilaksanakan, maka pihak sekolah mulai sibuk. Baik Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), atau ujian lainnya. Ada yang mempersiapkan berapa biaya yang harus dibayar siswa, nomor ujian, jadwal pengawas, desain ruangan ujian, bahkan ada beberapa sekolah yang memasang CCTV untuk membantu pengawas ujian. Bahkan, kalau ujian nasional (UN) berlangsung, pihak-pihak yang turut sibuk pun menjadi banyak. Mulai dari Bupati-Wali Kota, kepala dinas pendidikan, pengawas sekolah, semuanya ikut “menyukseskan” ujian nasional. Selain itu, juga ada pak polisi yang ikut mengamankan soal-soal ujian nasional agar tetap terjaga kerahasiannya. Parahnya lagi, karena standar kelulusan semakin naik, maka “terpaksa” pihak-pihak yang berkepentingan akhirnya membuat “Tim Sukses” ujian nasional. Baca pos ini lebih lanjut

DUA MACAM MASALAH MATEMATIK


Abdul Halim Fathani

SALAH satu tujuan pembelajaran matematika adalah siswa memiliki keterampilan dan dapat menyelesaikan masalah dalam hidupnya sepanjang masa. Oleh karenanya, melalui proses pembelajaran guru seyogianya mampu membekali keterampilan tersebut kepada siswa, salah satunya dapat dilakukan melalui pembelajaran matematika. Menurut Polya (1973) dalam bukunya berjudul How to Solve it, menjelaskan bahwa ada dua macam masalah dalam matematika, yakni: Baca pos ini lebih lanjut

BUKAN NEGATIF X, TETAPI MINUS X


Abdul Halim Fathani

ISTILAH minus dan negatif, bukanlah istilah yang asing bagi kita (pembaca). Bahkan, bagi individu yang tidak suka matematika sekali pun. Kebanyakan dari kita, istilah minus dan negatif mulai dikenal sejak belajar Matematika sewaktu di bangku sekolah (SD/MI). Istilah tersebut kita temukan sewaktu belajar Matematika pada materi aritmetika. Dan, ternyata penulis masih menemukan, ketika kita sedang usia belajar di perguruan tinggi, kadang masih keliru “memandang” kedua istilah tersebut. Dalam kasus tertentu, di satu pihak menyebutnya dengan minus X, namun pihak lain mengatakan negatif X. Lalu, mana yang benar? Ya, jawabannya, hanya satu. Yang benar adalah mereka yang menjawab berdasarkan “dalil”. Baca pos ini lebih lanjut