MENSYUKURI “NIKMAT” INDONESIA


Abdul Halim Fathani

INDONESIA, sudah bukan lagi muda usianya. Tepat 17 Agustus 2017 nanti, Negara kita telah berusia 72 tahun. Usia yang lebih dari cukup. Di usia ke-72 tahun ini, tiada lain, adalah kita harus tetap senantiasa bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa. Founding father telah berjuang keras membangun konsensus bersama untuk memberikan bangunan dan jiwa dari negara Indonesia. Empat konsensus dasar kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus selalu dijaga, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus dijaga! Baca pos ini lebih lanjut

MELUKIS DAN KECERDASAN MATEMATIS


Oleh Abdul Halim Fathani

JIKALAU mendengar “kata” Lukisan Foto sudah pasti kita akan membayangkan sebuah lukisan dengan objeknya sebuah foto wajah atau lukisan yang tampilannya mirip dengan foto hasil cetakan. Tidak semua orang memiliki keahlian untuk melukis, namun hanya orang yang memiliki kecenderungan kecerdasan visual-spasial yang bisa menghasilkan lukisan yang menarik dan bagus. Baca pos ini lebih lanjut

KETIKA SANTRI BELAJAR MATEMATIKA


Abdul Halim Fathani

MATEMATIKA, penting dipelajari. Tidak hanya oleh siswa sekolah saja, melainkan juga para santri yang sedang belajar di pesantren. Apakah santri membutuhkan matematika? Tentu butuh. Beberapa ilmu yang dipelajari para santri di pesantren jelas membutuhkan ilmu matematika (biasanya matematika dasar). Sebut saja, misalnya ketika belajar Ilmu Faraidh, Ilmu Falak, Ilmu Pembagian Zakat, atau yang sejenisnya. Jadi, tidak ada alasan lagi para santri untuk tidak menyenangi (baca: belajar) matematika. Baca pos ini lebih lanjut

MENGEMBANGKAN KECERDASAN LOGIS-MATEMATIS


Abdul Halim Fathani

SUATU ketika saya bertanya kepada salah seorang siswa SD, “Apakah kamu senang pelajaran matematika?” Ia menjawab “Tidak suka”. Lalu saya teruskan, “Mengapa kok tidak suka?” Siswa tersebut kemudian menjawab, “Matematika itu rumit, bikin pusing, hitung-hitung terus”. Mendapat jawaban seperti itu, mendorong saya saya untuk bertanya lagi “Kalau begitu, apakah kamu suka menghitung uang”. “Wah … ya.. suka sekali”, jawaban anak tersebut secara spontan. Baca pos ini lebih lanjut

MEMBANGUN KOMUNIKASI POSITIF MELALUI TIGA KATA AJAIB


Abdul Halim Fathani

DALAM kehidupan sehari-hari, seorang individu manusia tidak bisa lepas dari orang lain. Tidak mungkin seorang manusia dapat menunaikan tugas kekhalifaannya secara mandiri. Tentu, dibutuhkan peran dari individu yang lain. Karena itulah, manusia disebut sebagai makhluk sosial. Dari segi perspektif agama (baca: Islam), manusia tentu tidak dapat dilepaskan dari campur tangan Allah swt. Dengan kata lain, ada dua jenis hubungan, yakni hubungan manusia dengan Tuhannya (hablum min llah) dan hubungan sesama manusia (hablum minannaas). Dalam berhubungan itulah, diperlukan adanya komunikasi. Komunikasi yang bagaimana? Tentu komunikasi yang beretika. Baca pos ini lebih lanjut

BAHAGIA DENGAN MENULIS


ABDUL HALIM FATHANI


MENULIS, oleh sebagian orang masih saja dianggap sebagai sebuah aktivitas yang memerlukan energi khusus. Baik energi tentang “kemampuan” maupun energi “kesempatan”. Padahal, kita tahu, bahwa siapa pun orangnya, di sekeliling kita, setiap saat, kapan pun dan di mana pun, selalu membawa benda elektronik, berupa HP (Android), Tablet, dll. Dengan perangkat elektronik tersebut, kita tahu, bahwa semua orang pasti mampu untuk mengirim atau membalas pesan. Dalam aktivitas tersebut, tidak lepas dari kegiatan membaca pesan, menulis pesan, atau mengedit pesan. Baca pos ini lebih lanjut

BETUL, BENAR, DAN IJAZAH


Abdul Halim Fathani

Penulis teringat ketika masih belajar di MAN Lamongan, tepatnya ketika belajar Matematika yang diajar oleh yang terhormat Bapak Syamsuri, M.Pd. Di sela-sela pelajaran pada pokok bahasan Logika Matematika, beliau melontarkan pertanyaan “Apa perbedaan antara BENAR dan BETUL? Kontan, teman-teman dan termasuk saya sendiri tidak dapat menjawab pertanyaan Pak Syamsuri tersebut. Baca pos ini lebih lanjut