SETIAP KITA ADALAH PENULIS (TELADAN DARI SAHABAT PENA NUSANTARA)


Abdul Halim Fathani

SETIAP individu itu cerdas. Itulah pernyataan seorang pakar kecerdasan Thomas Armstrong. Di sisi lain, Howard Gardner menegaskan bahwa setiap individu memiliki banyak ragam kecerdasan. Jelasnya, tidak ada istilah manusia yang tidak cerdas. Paradigma ini menentang teori dikotomi yang menyatakan ada individu yang cerdas dan tidak cerdas. Gardner juga menentang anggapan “cerdas” dari sisi IQ (intelligence quotient), yang hanya mengacu pada tiga jenis kecerdasan, yakni matematik, linguistik, dan spasial. Baca pos ini lebih lanjut

KEMAMPUAN MATEMATIK


Abdul Halim Fathani

KEMAMPUAN MATEMATIK

Jika dilihat berdasarkan jenisnya, kemampuan matematik dapat diklasifikasikan dalam lima kompetensi utama, yaitu:
1. Pemahaman matematik (mathematical understanding),
2. Pemecahan masalah matematik (mathematical problem solving),
3. Komunikasi matematik (mathematical comunication),
4. Koneksi matematik (mathematical connection), dan
5. Penalaran matematik (mathematical reasoning).

KANTIN DAN UJIAN SEKOLAH: MENYEMAI PERILAKU JUJUR


Oleh ABDUL HALIM FATHANI

SERINGKALI orang mengatakan bahwa tugas pendidik bukan hanya mengajar ilmu pengetahuan saja, tetapi juga harus mendidik. Kata mendidik di sini, maksudnya adalah menanamkan nilai-nilai atau pendidikan karakter yang baik. Karena, manusia –tentu- tidak hanya dibutuhkan kepintaran atau kecerdasannya saja, melainkan juga harus diperhatikan karakternya (baca: akhlaknya). Memang, kadang kita menjumpai, ada sebagian orang yang tergolong jenius namun akhlaknya kurang baik. Sebaliknya, ada yang tidak terlalu cerdas atau bahkan sangat lemah dalam memahami materi pelajaran, tetapi anak tersebut memiliki karakter yang bagus. Oleh karenanya, salah satu tugas guru (baca: pendidik) adalah membuat siswa cerdas –di bidangnya- sekaligus membangun karakter yang baik. Baca pos ini lebih lanjut

TARMIZI TAHER DAN (PEMIKIRAN) PENDIDIKAN


Abdul Halim Fathani

Dalam buku berjudul “Tarmizi Taher, Arek Suroboyo dan Aktivis Kampus Abdi Umat dan Bangsa”, yang ditulis Wakhudin dan diterbitkan oleh JP Press Surabaya (Oktober 2003), diuraikan ada tujuh pokok pikiran tentang pendidikan yang digagas Tarmizi, yaitu: Pemerataan pendidikan dengan wajar 9 tahun, Kebangkitan Islam dan pendidikan, Pendidikan keimanan dan ketakwaan, menjadi produsen bukan konsumen ilmu, Tanggung jawab perguruan tinggi Islam, IAIN dan masa depannya, dan Pondok pesantren dalam menghadapi dinamika sosial. Baca pos ini lebih lanjut

DATA


Abdul Halim Fathani

DALAM sebuah acara seminar hasil penelitian di salah satu perguruan tinggi di Kota Malang, saya mencoba mendengarkan serius presentasi dari salah seorang mahasiswa di hadapan peserta seminar dan dosen penguji. Pada saat lembar slide presentasi yang ke-7, penyaji menguraikan BAB III, Metode Penelitian yang akan digunakan untuk menyelesaikan penelitiannya. Baca pos ini lebih lanjut

BEBAN BELAJAR


Abdul Halim Fathani

Penguasaan ilmu pengetahuan merupakan salah satu akses untuk dapat meraih keberhasilan agar dapat mengikuti arus perubahan zaman di era teknologi informasi ini. Misalnya, setiap kali menjelang penyelenggaraan ujian nasional (UN), maka kepanikan siswa dan orangtuanya sering kali terjadi. Paling tidak, mereka akan gelisah (baca: ragu) terhadap kemampuan anaknya dalam penguasaan menjawab soal-soal yang diujikan. Terutama dalam tiga mata ujian pokok. Matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris. Baca pos ini lebih lanjut

91 = 94 ?


Abdul Halim Fathani

Sudah menjadi tradisi di sekeliling kita, bahwa setiap tahun, tepatnya pada tanggal tertentu kita merayakan ulang tahun. Baik itu pribadi, organisasi, lembaga pendidikan, pesantren, atau lainnya. Memang, penamaannya bervariasi. Ada yang menyebutnya sebagai Hari Ulang Tahun, Hari Jadi, Hari Amal Bakti, Dies Natalis, Dies Maulidiyah, milad, dan seterusnya. Baca pos ini lebih lanjut