Memahami Arti Dirgahayu


Oleh A Halim Fathani Yahya

Hari Minggu, sehari sebelum perayaan kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya tanggal 16 Agustus 2009, penulis menerima kiriman facebook dari salah seorang teman, Muhammad Hasyim. Dalam berandanya, ia menulis pertanyaan “Bnyak tulisan DIRGAHAYU HUT RI.Pertanyaanny,apa se arti yg pas kata DIRGAHAYU?” Begitu membaca pertanyaan dari saudara Muhammad Hasyim, saya tertarik untuk menanggapinya, sehingga saya langsung membuka website google.com untuk mencari jawaban atas pertanyaan kang Hasyim tersebut. Dari hasil penelusuran saya di situs google, saya banyak menemukan informasi baru terkait dengan kata dirgahayu dan pertanyaan kang Hasyim di atas. Melalui tulisan singkat ini (Tulisan ini diolah dari berbagai sumber dari situs http://google.com), penulis ingin menyampaikan jawaban atas pertanyaan di atas.

Coba perhatikan slogan dan semboyan berikut ini!
DIRGAHAYU KEMERDEKAAN REPUBLIK INDONESIA
SELAMAT HUT RI KE-64
DIRGAHAYU HUT RI KE-64

Kata “dirgahayu”, baik menurut Kamus Besar versi cetak maupun online (KBBI Daring), mengandung arti: “berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yg sedang memperingati hari jadinya): – Republik Indonesia, panjang umur Republik Indonesia”. Beranjak dari batasan ini, penggunaan semboyan “Dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia” jelas rancu. Telah terjadi kekeliruan bernalar di situ, karena sebenarnya yang ingin kita berikan ucapan “panjang umur” adalah Republik Indonesia, bukan pada kemerdekaannya. Dengan demikian, semboyan yang benar mestinya “DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA” yang mengandung arti “panjang umur Republik Indonesia.

Ucapan “SELAMAT HUT RI KE-64” pun juga mengalami kerancuan yang sama, terutama pada penggunaan kata bilangan tingkat “ke-64” setelah kata “RI”. Republik Indonesia, jelas hanya ada satu. Namun, secara tidak langsung, kita telah membuatnya menjadi RI ke-61, RI ke-62, atau RI ke-63. Ucapan tersebut akan lebih jelas dan bermakna jika diubah menjadi “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-64 RI”. Jika ingin digabungkan dengan kata “dirgahayu” akan lebih efektif jika diubah menjadi: “SELAMAT MERAYAKAN HUT KE-64: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”. Semboyan tersebut lebih efektif daripada “DIRGAHAYU HUT RI KE-64” yang mengandung arti: “panjang umur hari ulang tahun RI ke-64”.

Makin rancu, bukan? Penggunaan awalan “ke-“ (diikuti tanda penghubung) pun idealnya mengacu pada Ejaan yang Disempurnakan (EYD). Jika menggunakan angka romawi, awalan “ke-“ tidak diperlukan lagi, sehingga menjadi: “SELAMAT MERAYAKAN HUT LIV: DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA”. Di tulisan ini saya ingin membandingkan umur negara kita sekarang ini dengan umur negara-negara yang pernah berjaya di dunia. Berikut adalah umur beberapa negara yang pernah berjaya di dunia dari berbagai sumber:
1. Roman Republic & Roman Empire : 984 tahun
2. Mongol Empire : 162 tahun
3. Umayyad Dynasty : 90 tahun
4. Abbasid Dynasty : 508 tahun
5. Majapahit : 207 tahun
6. Sriwijaya : kurang lebih 1100 tahun
7. Soviet Union : 69 tahun

Umur negara kita yang “baru” 64 tahun ini ternyata relatif masih muda. Bahkan kalau boleh dibilang belum mencapai masa kejayaannya. Negara-negara yang saya sebutkan diatas pernah mengalami masa kejayaan, hingga ketika masa kejayaannya mungkin tidak ada orang yang akan mengira bahwa negara mereka akan pecah atau bahkan musnah. Siapa yang menyangka ketika Mongol berhasil menguasai eropa timur hingga jepang dan cina, mereka akan menjadi negara yang relatif terpuruk sekarang ini. Dulu ketika Romawi mencapai wilayah terluasnya dibawah Kaisar Trajan, siapa yang mengira bahwa kerajaan mereka akan runtuh. Kemudian bagaimana dengan Indonesia 100 tahun ke depan? Indonesia 100 tahun ke depan belum tentu masih ada. Di pundak rakyatnya lah eksistensi Indonesia digantungkan.

Terima kasih kang Hasyim atas kiriman pertanyaannya ke dinding facebook. Sehingga dengan pertanyaan itulah kemudian saya tertarik untuk menelusuri jawabannya di situs google.com. Saya tunggu kiriman-kiriman berikutnya.

Selamat Merayakan HUT ke-64: Dirgahayu Republik Indonesia. [ahf]

About these ads

Perihal masthoni
Alumni Jurusan Matematika Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang

2 Responses to Memahami Arti Dirgahayu

  1. arie mengatakan:

    baru tahu ni gw

  2. arie mengatakan:

    makasi bro…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.